Yang Datang Lagi

Belum
genap sepertiga, kureguk hidup
Dari
cawan yang Kau tawarkan
Sudah kudengar
langkahnya, datang
Menginjak
kerikil dan batu di halaman
Tak ada
udara bercerita atau berberita
Tiba
selalu dengan tanya “Sejauh apa
berhijrah?”
Puji
tak ada apalagi sebut angka
Tak mau
menunggu datangnya senja
Kuteguk
anggur dari cawan kesiaan
Lena
berbelai angin tenggara
Syahwat
memukat di segara berpusaran
Lupakan pantai landai penawar angkara
Beri
jeda untuk kukumpulkan
Remah doa
yang tak genap seribu hitungan
Untuk kubawa
menghadapMu pulang
Bondowoso,
21 Agustus 2020
Sri
Ariefiarti Wijaya
Puisi yang sarat makna...mantab....semoga ktika tiba waktunya kita pulang dengan husnul khotimah...
BalasHapusMantap puisnya... Saya masih bingung...
BalasHapusAamiin...yaa,Rabb
BalasHapusLuar biasa top je.
Hapus