Puisi : Yang Datang Lagi

 Yang Datang Lagi


Belum genap sepertiga, kureguk hidup

Dari cawan yang Kau tawarkan

Sudah kudengar langkahnya, datang

Menginjak kerikil dan batu di halaman

 

Tak ada udara bercerita atau berberita

Tiba selalu dengan tanya  “Sejauh apa berhijrah?”

Puji tak ada apalagi sebut angka

Tak mau menunggu datangnya senja

 

Kuteguk anggur dari cawan kesiaan

Lena berbelai angin tenggara

Syahwat memukat di segara berpusaran

 Lupakan pantai landai penawar angkara

 

Beri jeda untuk kukumpulkan

Remah doa yang tak genap seribu hitungan

Untuk kubawa menghadapMu pulang

 

Bondowoso, 21 Agustus 2020

Sri Ariefiarti Wijaya

Komentar

Posting Komentar